Dasar-dasar Turbin Angin

Dasar-dasar Turbin Angin Blower Vent Perangkat ini berputar untuk mengeluarkan udara panas di musim kemarau dan udara lembab di musim dingin. Mereka biasanya terletak di loteng, wuwungan, Plafon Bangunan, hanya menggunakan perbedaan angin dan tekanan sebagai sumber tenaga mereka. Ventilasi turbin angin berkisar diiklankan untuk menawarkan Penghematan energi dan kenyamanan dengan biaya di muka rendah dibanding alat sirkulasi atau bahan penahan panas lainnya yang bila ditinjau kembali efektifitasnya tidak sampai 50% dari fungsi Kipas blower vent. Baling-baling kipas dibentuk untuk memungkinkan kemampuan menangkap angin maksimal, menghasilkan rotasi daya hisap pada kecepatan angin minimal 2mph. Instalasi umumnya dilakukan pada titik tertinggi di atap bangunan dan relatif sederhana dengan masing-masing perangkat biasanya dipasang sesuai dengan instruksi Tehknik pemasangan yang benar. Mereka dipasang secara eksternal. 

Tehnik dan rujukan lain


prinsip sirkulasi udara
Prinsip turbin bergerak

Tehknik lain mengatakan sebenarnya blower berputar tidak didorong angin. Inilah yang dinamis. Potong lubang di atap Anda dan udara panas tetap naik secara deras. Tapi hujan dapat leluasa masuk. Jadi Anda meletakkan tutup di atas lubang yang memperlambat udara yang keluar. Anda ingin lebih banyak udara untuk dilepaskan sehingga sirkulasi lebih cepat terjadi, berarti Anda harus memakai turbin yang ukuran tutupnya telah dikurangi secara efektif menghambat jalan lajur panas untuk melepaskan diri, ke kerucut kecil yang semuanya dilas dengan kencang.
Udara panas yang luput membuat turbin berputar untuk menambah kapasitas hisap. Itu karena angin memutar turbin dan membiarkan udara keluar cepat. 
Bayangkan bahwa kita hidup di planet besar seperti Jupiter dan gravitasi begitu padat sehingga udara setebal air. Jika air yang mengalir di atas atap Anda tidak memutar turbin, maka udara panas di loteng  Anda tidak bisa keluar karena tekanan aliran udara di atas atap. Ini masuk akal dan dinamika fluida adalah sama. Pelarian udara panas terhambat oleh angin yang memutar sirip daripada udara naik yang menggerakan sirip. Sistem ventilasi loteng lainnya seperti vent ridge (atap tingkat/jack roof) dan ventilasi profil memiliki sisi "panas yang mengalir turun" sehingga menjadikan lebih lambat dibandingkan ventilator turbin yang membuat aliran udara disekitarnya. Akhirnya panas mendorong ke atas dan mermutar turbin, seperti prinsip tekanan pada sayap pesawat dan burung yang memampukan mereka untuk terbang.


Komentar